Sariawan di Lidah: Penyebab Paling Sering & Cara Mengatasinya

Sariawan di lidah adalah luka kecil yang terasa perih saat makan, minum, atau berbicara. Banyak orang menyebutnya “cuma sariawan”, padahal keluhan ini bisa sangat mengganggu aktivitas harian. Kabar baiknya, sebagian besar sariawan di lidah akan membaik sendiri. Namun, bila sariawan sering kambuh atau tidak kunjung sembuh, Anda perlu mencari penyebabnya agar tidak berulang.
Artikel ini membahas penyebab sariawan di lidah yang paling sering dan cara mengatasi sariawan di lidah yang aman, mudah, dan efektif.
Baca juga: Gigi Berlubang Parah: Masih Bisa Diselamatkan atau Harus Dicabut?
Apa itu sariawan di lidah?
Sariawan adalah luka pada jaringan lunak mulut. Jika muncul di lidah, biasanya terlihat seperti:
- bercak putih kekuningan dengan tepi kemerahan,
- terasa nyeri saat tersentuh,
- bisa muncul di ujung lidah, sisi lidah, atau bawah lidah.
Karena lidah selalu bergerak saat makan dan bicara, sariawan di lidah sering terasa lebih perih dibanding sariawan di area lain.
Penyebab sariawan di lidah yang paling sering
Berikut beberapa penyebab yang paling umum dan sering terjadi:
1) Lidah tergigit atau teriritasi (paling sering)
Penyebab nomor satu sariawan di lidah adalah trauma ringan, misalnya:
- tidak sengaja menggigit lidah,
- lidah bergesekan dengan gigi yang tajam atau patah,
- tambalan yang kasar,
- pemakaian behel atau alat gigi yang menggesek.
Jika pemicunya masih ada, sariawan akan mudah kambuh atau terasa lebih lama sembuh.
2) Stres dan kurang tidur
Stres dan kurang tidur bisa menurunkan daya tahan tubuh. Saat tubuh lelah, mulut lebih rentan mengalami luka, termasuk sariawan di lidah.
3) Daya tahan tubuh sedang turun
Sariawan lebih mudah muncul saat Anda sedang tidak fit, misalnya setelah flu, banyak kerja, atau kurang istirahat.
4) Makanan pemicu (pedas, asam, terlalu panas)
Makanan pedas, asam, atau terlalu panas bisa membuat luka di lidah lebih perih. Pada beberapa orang, makanan tertentu juga dapat memicu sariawan kambuh.
5) Kekurangan nutrisi tertentu
Pada sebagian orang, sariawan yang sering berulang bisa berkaitan dengan kekurangan:
- vitamin B12,
- folat,
- zat besi.
Jika sariawan sering muncul tanpa sebab jelas, faktor ini patut dipertimbangkan.
Cara mengatasi sariawan di lidah di rumah (aman dan mudah)
Jika sariawan masih ringan dan baru muncul, Anda bisa melakukan langkah berikut:
1) Hindari pemicu yang memperparah
Selama sariawan belum sembuh:
- hindari makanan pedas, asam, dan terlalu panas,
- hindari makanan keras yang bisa melukai lidah,
- jangan mengorek atau “mengelupas” sariawan.
Langkah sederhana ini sering membuat nyeri cepat berkurang.
2) Kumur air garam hangat
Kumur dengan air garam hangat dapat membantu menenangkan jaringan mulut. Lakukan pelan 1–2 kali sehari.
3) Jaga kebersihan mulut dengan lembut
Tetap sikat gigi 2 kali sehari dengan sikat berbulu lembut. Hindari menyikat lidah terlalu keras agar sariawan tidak makin iritasi.
4) Gunakan obat sariawan sesuai kebutuhan
Jika nyeri mengganggu, Anda bisa memakai obat sariawan yang tersedia (misalnya obat oles untuk mulut). Ikuti aturan pakai, dan hentikan bila terasa makin perih atau terjadi iritasi.
5) Perbanyak minum dan cukup istirahat
Mulut yang kering bisa membuat sariawan lebih perih. Minum cukup air dan tidur cukup membantu proses pemulihan.
Kapan sariawan di lidah perlu diperiksa?
Sebaiknya Anda periksa jika:
- sariawan di lidah tidak membaik lebih dari 2 minggu,
- sariawan sering kambuh (misalnya berulang tiap bulan),
- luka makin besar, sangat nyeri, atau jumlahnya banyak,
- ada demam, lemas berat, atau pembengkakan kelenjar,
- Anda merasa ada gigi tajam/tambalan kasar yang terus menggesek lidah.
Pemeriksaan membantu memastikan penyebabnya dan mencegah keluhan berulang.
Perawatan di dokter gigi: biasanya apa yang dilakukan?

Jika sariawan di lidah dipicu oleh faktor di dalam mulut, dokter biasanya akan:
- memeriksa apakah ada gigi tajam, gigi patah, atau tambalan yang kasar,
- menghaluskan bagian yang melukai (bila diperlukan),
- memberi rekomendasi obat yang lebih sesuai,
- menyarankan evaluasi faktor pemicu bila sariawan sering kambuh.
Dengan mengatasi pemicunya, sariawan akan lebih cepat membaik dan tidak mudah berulang.h infeksi berulang dan menjaga kesehatan jaringan sekitar.
Baca juga: Daging Keluar dari Gigi: Apa Penyebabnya dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
Sariawan di lidah paling sering terjadi karena trauma ringan (tergigit atau tergesek gigi/tambalan), stres, kurang tidur, daya tahan tubuh menurun, atau makanan pemicu. Sebagian besar sariawan bisa ditangani dengan perawatan sederhana di rumah. Namun, jika sariawan di lidah tidak sembuh lebih dari 2 minggu atau sering kambuh, sebaiknya periksa agar penyebabnya jelas dan penanganannya tepat.
Jika Anda sering mengalami sariawan di lidah yang kambuh, terasa perih karena ada gigi tajam/tambalan yang menggesek, atau tidak kunjung sembuh, Anda bisa jadwalkan pemeriksaan di Dental 21. Tim dokter kami akan membantu mengecek pemicunya dan memberikan solusi yang aman agar keluhan tidak berulang.
